RSS

Menguak Barisan Koruptor Dari Gedung Wakil Rakyat

04 Jul

SEJAK mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Nazarudin dituding terlibat dalam dugaan korupsi, membuat panggung politik di negeri ini seakan runtuh. Kepercayaan masyarakat seakan pupus, karena satu demi satu anggota DPR berbaris masuk bui.

Melihat semakin berjibunya anggota legeslatif jadi penghuni hotel prodeo, sebagian masyarakat jadi teringat dengan puisi ‘Negeri Para Bedebah’: Ada satu negeri yang dihuni para bedebah/ Lautnya pernah dibelah tongkat Musa/ Nuh meninggalkan daratannya karena direndam bah/ Dari langit burung-burung kondor jatuhkan bebatuan menyala-nyala.

Puisi itu diciptakan oleh Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie Massardi. Puisi itu kini semakin populer, setelah dibacakan saat demonstrasi di Gedung KPK,  terkait dengan  skandal dana talangan Bank Century setahun silam.


Meskipun puisi itu masih tetap populer, tetapi perilaku korupsi, terutama yang dilakukan oleh wakil rakyat terus berlangsung.  Terakhir adalah kasus korupsi wisma atlet yang diduga melibatkan anggota DPR sekaligus manta Bendahara Umum Partai Demokrat, Nazarudin.

Dugaan keterlibatan Nazarudin itu, jelas  menambah  daftar panjang  anggota DPR yang menjadi ‘pasien’ KPK, karena dugaan suap dan penyimpangan dana memberikan tamparan serius bagi lembaga wakil rakyat itu.

Pukulan telak yang dihujabkan masyarakat ke wajah partai politik tersebut, menggambarkan bahwa panggung politik di bumi pertiwi ini seakan runtuh. Kepercayaan terhadap partai politik juga mulai pupus, menyusul adanya anggapan bahwa partai politik dibangun hanya untuk melindungi para koruptor.

Indonesian Coruption Watch (ICW) pernah mengemukan, bahwa ada tujuh kasus korupsi besar yang melibakan hampir sekitar 42 anggota DPR. Yakni  suap aliran dana BI terkait Miranda Goeltom, suap alih fungsi hutan lindung, suap dermaga, suap proses lelang pengadaan kapal patroli Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, suap pemadam kebakaran, suap pembangunan gedung pusdiklat badan pengawan tenaga nuklir (Bapeten).

Jika dicantumkan juga daftar pimpinan daerah, seperti gubernur, bupati dan walikota, jelas jumlah politisi dan kader partai politik lebih dari seratus orang. Yang mencengangkan lagi, hampir seluruh kader partai politik terlibat dalam kasus korupsi.

Hal inilah yang membuat kepercayaan masyarakat terhadap partai politik semakin berkurang. Masyarakat mulai menuding bahwa partai politik itu bukan dijadikan alat untuk mendidik rakyat melek politik, tapi malah dijadikan tempat berlindung para koruptor bejad.

Uang Setoran

Siapa-pun tak dapat menyalahi anggapan masyarakat tersebut, karena kasus kaburnya mantan Bendaraha Umum Partai Demokrat, Nasarudin dan istri anggota DPR dari Fraksi PKS, Adang Darajatun, Nunun Nurbaiti  ke Singapura membuat gerah masyarakat.

Bahkan pengamat politik,  Ikrar Nusa Bhakti dan politisi senior Permadi menganggap bahwa asal muasal korupsi yang dilakukan oleh anggota DPR, akibat mahalnya biaya penyelenggaraan Pemilu.Julius Julianto(selengkapnya baca majakalah Swara Rakyat Edisi 77)


 

 
Leave a comment

Posted by on July 4, 2011 in LAPORAN UTAMA

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: