RSS

SBY Sudah Menipu Rakyat Tinggal Tunggu Goro-goro

03 Jul

MARAKNYA anggota DPR yang melakukan korupsi membuat Politisi dan mantan anggota DPR, Permadi SH jadi geram. Ia menyarankan sebaiknya DPR dibubarkan saja. Dia malah menuding bahwa  pemberantasan korupsi yang didengungkan SBY hanya sebatas pencitraan.

Boleh jadi Permadi SH geram dan naik darah, karena menerutnya di masa Bung Karno, semua anggota DPR harus menekankan diri pada ideologi, sehingga tidak ada korupsi. Tapi begitu Soeharto berkuasa, kemudian melakukan de-ideologisasi dan de-politisasi.

“Jadi yang diajarkan adalah pragmatisme terhadap duit dan jabatan. Praktik korupsi mulai muncul di kalangan anggota DPR, tetapi tidak mencuat ke publik, karena masa itu informasi sangat tertutup dan kuatnya kontrol Pak Harto,“jelas Permadi saat ditemui SR, di kantornya.

Lalu di era reformasi, lanjut Permadi, kepentingan ekonomi dari partai politik makin menonjol. Partai politik harus menghadapi biaya Pilpres dan Pileg yang sangat besar.  Caleg yang mau menjadi anggota DPR harus membayar kepada partai. Akibatnya, anggota DPR harus mengembalikan modal yang mereka keluarkan tadi. “Proses rekruitmen seperti ini pasti salah,”tambahnya.

Runyamnya lagi, katanya, anggota DPR periode 2009-2014 malah semakin buruk. Faktanya anggota DPR sekarang bukanlah wakil rakyat, tetapi wakil partai. Kehendak partai harus diikuti kalau tidak mereka akan dipecat atau mengalami pergantian antar waktu. Sedangkan yang DPR wajib setoran kepada partai.

“Akibatnya, begitu mereka duduk mulai mencari kesempatan. Kesempatan yang paling besar tentu di Panitia Anggaran yang berwenang menentukan APBN yang jumlahnya ratusan atau ribuan triliun rupiah. Anggota DPR La Ode Nurhayati sudah membuka suaranya tentang adanya praktek percaloan anggaran di Panitia Anggaran DPR. Tapi tidak diangkat ke permukaan,”jelas pria yang mengaku sebagai penyambung lidah Soekarno.Modusnya,  kata Permadi, semakin canggih. Jika ada pengajuan anggaran dari Kementerian, anggota DPR kan mengutus orang untuk menanyakan berapa bagian mereka atau minta rekomendasi  jadi perusahaan rekanan.

“Modus lainnya adalah menjadi calo pemekaran wilayah.  Misalnya ada orang kaya ingin jadi bupati,

mereka membayar agar  daerahnya dimekarkan. Padahal daerah itu hanya mengandalkan PAD yang kecil dan DAU yang sangat besar. Prinsipnya mekarkan dulu dan mereka dapat uang,”terangnya.

Selain itu, ada modus calo-calo proyek. Misalnya hutan lindung dijadikan proyek.   Ada juga modus seperti ketika pemilihan deputi gubernur BI yang harus bayar sekian milyar. Modus lainnya adalah undang-undang titipan.  Jadi ada perusahaan asing punya kepentingan mau membayar. Satu pasal saja dimasukkan maka UU itu sudah berubah menjadi sistem ekonomi kapitalis. “Jika melihat perilaku anggota DPR yang seperti itu maka bubarkan saja DPR,”tegas Permadi.

 

 

Pencitraan

Permadi merasa tidak yakin, Indonesia meniru model pemberantasan korupsi di China, karena di sana  pemimpinnya masih jujur. “Untuk pemberantasan korupsi, kita butuhkan pemimpin yang tegas seperti di China yang berani mengatakan berikan 100 peti mati, 99 untuk koruptor dan 1 mati untuk saya apabila saya terbukti korupsi.  Tidak hanya berani berkata, tetapi juga berani membuktikan diri satunya kata dengan perbuatan,”katanya. Berbeda dengan di Indonesia, di sini, ujarnya, Presiden SBY mengatakan bahwa dia yang memimpin pemberantasan korupsi dengan pedang terhunus, tetapi ketika orang-orang mereka yang korupsi dilindungi. Seperti Nazarudin dan Jonny Allen. Lalu kasus Bank Century dan Gayus ditutup. Orang yang tidak bersalah seperti Antasari dijatuhi hukuman,  Susno malah ditangkap.  Kalau korupsi terus dibiarkan dampaknya akan muncul Negara Gagal. Ini Sangat mengerikan…...selengkapnya baca Majalah Swara Rakyat Edisi 77


 
Leave a comment

Posted by on July 3, 2011 in POLITIK

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: