RSS

Las Vegas di Singapura

29 Jun

Jakarta – Las Vegas, di Negara Bagian Nevada, Amerika Serikat, bukan hanya menjadi tujuan para penjudi, melainkan juga tujuan para foodies. Maklum di Las Vegas, selain hotelnya murah, dan berbagai pertunjukan/hiburan berkelas dunia, makanan juga murah. Rupanya, itulah trick para pengelola resor perjudian untuk menarik sebanyak mungkin orang datang. Hal yang sama tampak jelas diterapkan pula di resor judi terbesar dan terbaru dunia: Marina Bay Sands di Singapura.

Pembukaannya saja ditandai dengan berbagai show – Cirque Eloize dan The Lion King – yang membuat orang berbondong-bondong datang dari Jakarta. Hingga sekarang pun, biro-biro wisata di jakarta masih punya paket murah wisata ke Singapura dengan menginap di hotel mewah 55 lantai Marina Bay Sands yang harganya miring.

Bentang kawasan judi ini lebih panjang daripada Menara Eiffel bila direbahkan. Di dalamnya terdapat puluhan butik mewah seperti Hermes, Cartier, Prada, dan lain-lain. Dan bagi para foodies, Marina Bay Sands adalah sebuah tujuan yang “nggak ada matinye.” Kalau datang makan siang ke sana setiap hari, belum semua restoran dapat tuntas dicicipi. Beberapa celebrity chefs kelas dunia hadir dengan gerai masing-masing di sana. Thomas Keller, pemilik The French Laundry di Napa Valley, California, Daniel Bouloud, Tetsuya Wakuda, Mario Batali, dan lain-lain. Pada saat pembukaannya saja sudah terjadi tumbal yang membuat Marina Sands Bay makin ramai diberikatakan, yaitu: meninggalnya celebrity chef Santi Santamaria.

Tetapi, Marina Sands Bay yang dihubungkan dengan berbagai moda angkutan umum seperti bus dan MRT tentu saja juga punya tempat-tempat makan yang murah meriah. Ada sebuah foodcourt di dekat skating rink yang menawarkan berbagai makanan menarik berkelas budget. Food court dengan ribuan tempat duduk ini merupakan salah satu tujuan mudah bagi para foodies. Pertama, karena pilihan jenis makanannya sangat luas. Kedua, karena harganya murah-meriah dan setara dengan harga makanan di foodcourt maupun carpark lain di Singapura. Ketiga, karena tempatnya sungguh nyaman. Tidak heran bila food court di Marina Sands Bay ini selalu penuh sesak pada waktu-waktu makan siang maupun makan malam.

Jangan lupa, Marina Bay Foodcourt ini punya berbagai makanan regional yang menarik. Dari Filipina, misalnya, kita dapat menemukan: beef calderata, kara kareng baka, inihaw na manok, pancit bihon, adobo, dan lain-lain. Masakan tradisional Singapura pun terwakili lengkap di sini, seperti: bak kut the, claypot rice, yong tau fu, masakan peranakan Baba Nonya, dadar tiram Hokkian, dan lain-lain. Bila Anda rindu masakan Indonesia, ada beberapa gerai yang menjual ayam penyet dan nasi padang. Hampir semuanya ditawarkan dengan harga sekitar Sin$10 atau sekitar Rp 60 ribu saja – harga yang juga umum di tempat-tempat makan setara di Singapura.

Jadi, dalam kunjungan berikut ke Singapura, jangan lupa bahwa Marina Bay Sands pun punya tempat makan murah-meriah yang sesuai dengan anggaran Anda. Ribuan tempat duduk yang nyaman – semuanya di bawah atap – membuat pengunjung betah nongkrong di tempat ini sambil cuci mata.
(bon/bon)

 
Leave a comment

Posted by on June 29, 2011 in KULINER

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: