RSS

Garuda Bukan Burung Perkutut

13 Jun
Garuda Bukan Burung Perkutut

CARUT marutnya pengelolaan negeri ini, membuat Bang Boy ikut angkat bicara. Dia mentenggarai bahwa munculnya berbagai persoalan di tanah air ini, akibat ulah segelintir politisi dan pejabat yang melupakan sendi-sendi Pancasila.

Boleh jadi Bang Boy meledak-ledak ketika ditanya tentang moral pejabat dan politisi saat ini. Para pejabat dan politisi hanya memikirkan diri sendiri, tanpa melihat kondisi rakyat yang kian hari semakin terpuruk.

Keterpurukan itulah yang akhirnya memunculkan berbagai persoalan. Di satu sisi, para pejabat dan politisi tersebut seenaknya saja menggerogoti uang rakyat, di sisi lain, kurangnya ketegasan dari pemimpin.

“Sekarang, bagaimana kondisi negeri tidak carut marut. Para pejabat dan politisi itu dengan mudah menyakiti hati rakyat. Mereka sama sekali tidak peduli, bahwa butir-butir Pancasila itu merupakan nyawa bagi NKRI. Jadi jika Pancasila dilupakan, jangan berharap negera akan mampu mesejahterakan rakyat,”jelas Bang Boy.

Dia mengatakan, di zaman Bung Karno, Pancasila benar-benar dijadikan pondasi untuk membangun negeri ini. Bahkan setiap Bung Karno menyampaikan pidato politiknya, dia tidak lupa membicarakan soal Pancasila.

Demikian juga di era Soeharto. Terlepas dari kekuranganya, Soeharto mampu menjadikan Pancasila sebagai azas tunggal. Bahkan P4 sudah dikenalkan kepada siswa SD sampai mahasiswa.

Termasuk lembaga pemerintah dan swasta.

“Sekarang lihat sendiri. Pancasila mulai dilupakan. Mereka begitu mudah duduk di legeslatif dan menjadi pejabat negara. Ke depan saya berharap agar para anggota legeslatif dan eksekutif harus ditatar P4 lagi, sehingga mereka mengerti apa arti Pancasila itu,”tegas Ketua LSM GEBRAK Jakarta ini.

Untuk menatar para pejabat dan anggota legeslatif, pemerintah harus menghidupkan kembali P4 yang telah digagas oleh Soeharto. “Jadi tidak ada alasan lagi bagi pemerintah untuk tidak menumbuh kembangkan arti Pancasila. Jika ini diabaikan, bangsa ini hanya tinggal menungu kehancuran saja,”papar Bang Boy.

Ada beberapa alasan mengapa, anggota legeslatif dan eksekutif melupakan Pancasila. Pertama, lembaga DPR sudah dianggap oleh rakyat seperti keranjang sampah. “Mereka pura-pura menjadi wakil rakyat, namun kenyataanya rakyat mereka khianati,”kata pria tambun yang pekan lalu dinobatkan sebagai Bapak Reggae Indonesia.

Lagu Iwan Fals                                                                                          

Bagi Bang Boy, Pancasila harus menjadi garda terdepan dalam mengawal NKRI. Para pejabat dan anggota legeslatif harus saling membahu untuk mengembangkan sayap burung Garuda. Karena Garuda bukan burung Perkutut.

Terus terang, katanya, jika dia menyimak syair lagu Iwan Fals berjudul ‘Bangunlah Putra-putri Ibu Pertiwi’, bulu romahnya berdiri. “Syair lagu itu penuh makna. Saya berani bicara tentang Pancasila, selain membaca buku Bung Karno dan merasakan apa yang dilakukan Soeharto, juga menyimak syair lagu Iwan Fals,”ujarnya.

Menurutnya, kalau saja para pejabat dan anggota legeslatif itu mengerti apa arti Pancasia, tidak mungkin negeri ini diobok-obok oleh teroris dan kelompok yang berusaha membangkitkan kembali ideologi Negara Islam Indonesia (NII).

“Jaringan terorisme internasional mudah masuk ke Indonesia secara sistematis, untuk memperlemah eksistens NKRI. Agama juga dijadikan tameng untuk tujuan tertentu. Rakyat semakin terpuruk. Ini semua karena Garuda sudah tidak gagah lagi,”tuturnya lagi sambil menyanyikan lagu Iwan Fals ‘Bangunanlah Putra-putri Ibu Pertiwi’.

Bangunlah Putra-putri Ibu Pertiwi

Sinar matamu tajam namun ragu

Kokoh sayapmu semua tahu

Tegap tubuhmu takkan tergoyahkan

Kuat jarimu kalau mencengkeram

Bermacam suku yang berbeda

Bersatu dalam cengkeramanmu

Angin genit mengelus merah putihku

Yang berkibar sedikit malu-malu

Merah membara tertanam wibawa

Putihmu suci penuh kharisma

Pulau pulau yang berpencar

Bersatu dalam kibarmu

Terbanglah garudaku

Singkirkan kutu-kutu di sayapmu oh…..

Berkibarlah benderaku

Singkirkan benalu di tiangmu

Jangan ragu dan jangan malu

Tunjukkan pada dunia

Bahwa sebenarnya kita mampu

Mentari pagi sudah membumbung tinggi

Bangunlah putra putri ibu pertiwi

Mari mandi dan gosok gigi

Setelah itu kita berjanji

Tadi pagi esok hari atau lusa nanti

Garuda bukan burung perkutut

Sang saka bukan sandang pembalut

Dan coba kau dengarkan

Pancasila itu bukanlah rumus kode buntut

Yang hanya berisikan harapan

Yang hanya berisikan khayalan

                                              Maruli Ardi Siregar

 
Leave a comment

Posted by on June 13, 2011 in LAPORAN UTAMA

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: